AWAL BERTEMU
November 2019
Cinta Jarak Jauh, Tapi Niatnya Serius (dan Bikin Ngakak)”
Awalnya dikenalin sama teman,
niatnya sih……
biar gak jomblo-jomblo amat.
Febra di Padang, Lusi di Bekasi.
Jaraknya jauh sih… tapi sinyal dan niatnya, alhamdulillah, kuat!
Dari awal, Febra udah main serius:
“Aku nyari istri. Teman hidup. Dunia akhirat.”
Nggak pakai kode, nggak pakai gombal, langsung tembak visi-misi kayak mau daftar jadi suami seutuhnya.
Kalimat itu langsung bikin jantung Lusi skip satu ketukan. Tapi entah kenapa, Lusi nggak kabur. Justru dia ingin tahu lebih jauh tentang pria bernama Febra itu.
Selama sebulan mereka berkomunikasi.
dari obrolan ringan, soal makanan, kesukaan, sampai topik serius tentang masa depan. Dan akhirnya, keduanya sepakat untuk bertemu langsung di Padang.
Pertemuan pertama?
Kepo ya????
Bioskop. Film: Inside Out 2—film yang pas banget, karena isi kepalanya Lusi dan Febra saat itu juga lagi dipenuhi “joy, fear, surprise, dan hope.”
Sambil menunggu film, mereka duduk berdua dengan dua gelas Iced Avocado Latte.minuman yang akhirnya jadi saksi manis pertemuan pertama.
Setelah menonton, mereka melanjutkan dengan makan dadar breder (yang sampai sekarang mereka masih beda pendapat soal namanya). Malam itu ditutup sederhana. Tapi bagi mereka, hangat dan penuh kesan.
Dua hari setelahnya, Febra mengajak Lusi bertemu lagi.
Kali ini, Lusi datang bersama temannya, Novel. Dan Febra membawa mereka ke sebuah tempat yang istiiiiiiiiiiiimewa yaitu kebun teh di dekat rumahnya.
Sepanjang perjalanan mereka bercerita, tertawa, becanda dan tanpa sadar mulai mengisi celah satu sama lain
Di tengah hijaunya kebun teh, senyum Lusi dan Febra semakin lebar.
Tapi Febra belum selesai. Setelah kebun teh, ia mengajak mereka ke Danau Atas.
Pemandangannya luar biasa. Seolah alam ikut merestui dua hati yang sedang saling mendekat.
Tiba-tiba…
Febra dengan percaya dirinya bilang,
“Ayo kita ke rumah, Ketemu mama ya?”
Lusi langsung panik dalam hati.
“Serius nih?? Ketemu ibunya sekarang??”
Tapi ya… dijalanin aja.
Dan bener aja, pas sampai rumah dan ketemu ibunya, Lusi gugup setengah mati.
Tapi ternyata… ibunya hangat, ramah, dan bikin nyaman.
Nggak seperti bayangan calon mertua galak yang sempat menghantui pikiran.
Hari itu, meskipun perasaan campur aduk, Lusi pulang dengan hati yang lebih hangat.
Part 2
Selang waktu berjalan, dan liburan usai. Lusi kembali ke Bekasi untuk bekerja.
Tapi komunikasi mereka tidak berhenti. Justru semakin dalam.
Hingga satu hari, Febra bertanya dengan tenang,
“Lus, kamu yakin mau lanjut ini ke arah pernikahan?”
Lusi jujur.
“Aku masih butuh waktu. Tapi aku tahu, dari awal kita memang niatnya untuk saling mengenal demi menikah.”
Jawaban itu cukup membuat hati Febra tenang.
Dan ia pun berkata,
“Bulan depan aku berangkat umroh. Di sana aku mau istikharah, minta petunjuk di depan Ka’bah. Kalau kamu jodohku, semoga Allah pertemukan kita dalam ikatan yang diridhoi-Nya.”
Lusi terdiam. Tapi hatinya perlahan menguat.
Bagaimana tidak? Lelaki itu tak hanya serius, tapi juga berdo’a menyebut nama Lusi langsung ke pusatnya di Baitullah di depan Ka’bah.
Beberapa waktu kemudian, setelah kepulangan Febra dari umroh, Lusi mantap.
“Aku siap,” katanya.
Lusi lalu meminta restu kepada orang tuanya untuk dilamar oleh Febra. Dan alhamdulillah, kedua keluarga merestui dengan penuh kehangatan.
Kini, mereka berdua siap melangkah ke tahap selanjutnya.
Bukan lagi hanya dua orang yang dikenalkan oleh teman… tapi dua jiwa yang akan saling mendampingi.
Untuk dunia, dan untuk akhirat.
AWAL BERTEMU
November 2019
Febra di Padang, Lusi di Bekasi.
Jaraknya jauh sih… tapi sinyal dan niatnya, alhamdulillah, kuat!
BERKOMITMEN BERSAMA
Mei 2023
Pada tanggal 2 Mei 2023 , kami bertemu pertama kali untuk bisa meyakini hati atas semua yang telah disampaikan. Setelah itu kami saling meyakini dan meminta restu kepada kedua orangtua.
LAMARAN
Juli 2023
Pada tanggal 16 Juli, datang untuk melamar. Dan memutuskan untuk menikah pada tanggal 2 September 2023.
MENIKAH
Januari 2024
Jika dihitung dengan jari, sampai pada hari bahagia ini, begitu singkat. Namun untuk suatu do’a akan terus menerus mengalir. Untuk itu kami memohon do’a dari keluarga, saudara, sahabat. Agar acara kami berjalan dengan baik, lancar, dan dimudahkan dalam segala hal.